PIALA DUNIA 2018: ANCAMAN PEMBUNUHAN TERHADAP PEMAIN NASIONAL

PIALA DUNIA 2018: ANCAMAN PEMBUNUHAN TERHADAP PEMAIN NASIONAL

BERITA BOLA

Agen BolaPiala Dunia 2018 – Ancaman pembunuhan menghantui para pemain, yang melakukan kesalahan atau dinilai buruk saat bermain dalam pertandingan. Ajang Piala Dunia 2018 memang sedang berlangsung, dan meramaikan persepakbolaan dunia. Selama pertandingan berjalan, banyak kesalahan yang dilakukan oleh para pemain nasional.

CARLOS SANCHEZ

Pemain nasional yang berada diposisi gelandang, yaitu Carlos Sanchez dalam laga perdana Colombia melawan Jepang mendapatkan kartu merah. Karena memblok tendangan Shinji Kagawa menggunakan tangannya di kotak penalti, sehingga Sanchez diusir oleh wasit pada menit ke-3. Padahal Sanchez adalah salah satu pemain penting dalam tim nasional Colombia. Sanchez tidak diperkenankan bermain dalam laga kedua, namun tampil kembali dalam laga terakhir babak penyisihan grup melawan Senegal.

Sanchez mendapatkan ancaman pembunuhan yang ditujukan kepadanya melalui situs jejaring sosial. Sang pelatih sekaligus manajer tim nasional Colombia, Jose Pekermen pun tidak ingin menanggapi ancaman yang diberikan kepada Sanchez. Pihak kepolisian pun telah melakukan penyelidikan atas ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada Sanchez.

Kejadian tentunya mengingatkan pada saat Piala Dunia 1994, Andres Escobar pemain nasional Colombia pada saat itu ditembak mati setelah mencetak gol bunuh diri. Escobar mendapatkan 6 tembakan ditubuhnya hingga tewas, setelah bertengkar hebat dengan sekelompok pria yang diduga mengolok kejadian memalukan tersebut. Kasus pembunuhannya mempengaruhi kancah persepakbolaan internasional pada saat itu. Salah satu pembunuh bahkan mengucapkan kalimat, “terima kasih atas gol bunuh diri” dan “gollllllllll” saat menembakkan peluru ke tubuh Escobar.

Ancaman Pembunuhan | SAKSIKAN! LAGA 16 BESAR PIALA DUNIA 2018

WILLY CABALLERO

Kiper tim nasional Argentina, Willy Caballero mendapatkan ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada dirinya beserta keluarganya setelah laga Argentina VS Kroasia. Walaupun Argentina lolos dalam babak 16 besar Piala Dunia, euforia kemenangan yang ditujukan hanya sementara dan berbalik 180 derajat terhadap Caballero.

Caballero mengakui kesalahan bodoh yang diperbuatnya saat pertandingan berlangsung, tapi Caballero merasa terganggu akan ancaman yang ditujukan kepada keluarganya. Caballero tidak ingin keluarganya merasakan hari-hari penuh ketakutan karena ancaman tersebut.

“Saat ini, saya memiliki lingkungan dengan orang-orang yang selalu memberikan dukungan kepada saya. Serta membuat saya nyaman ketika sedang menderita di situasi ini. Saya berterima kasih kepada semua orang, baik yang jauh ataupun yang dekat, yang rela menyempatkan waktu untuk memberi semangat serta dukungan kepada saya,” ujar Caballero.

Tentunya ancaman pembunuhan bukanlah hal yang bisa dibenarkan dalam sisi manapun. Dalam permainan, melakukan kesalahan adalah hal yang wajar dilakukan oleh para pemain. Jangan sampai kejadian ini, membuat para pemain merasa tertekan dan dihantui ketakutan akan ancaman-ancaman yang ditujukan apabila melakukan kesalahan saat pertandingan.